Menu

Pengalaman & Tips Membuat Paspor Anak

Jan
19
2017
by : raissarui. Posted in : Parenting, Travelling

Sharing pengalaman dulu ya semoga bisa bermanfaat untuk teman2 yang sedang mencari info untuk membuat paspor anak

Jadi paspor kami (aku, pak suami, dan anakku yg kecil Rui) sudah habis masa berlakunya di th 2015. Dan memang belum urus lagi karena emang belom pergi kemana2 *kurang piknik*

Dan di awal tahun 2017 ini bikin perpanjangan, di mana sama aja kaya bikin baru ya semua prosedurnya.

Karena kemaren baca2 di grup BI (backpacker international) bahwa sistem di imigrasi lagi bermasalah, jadi e-paspor lagi belum bisa diurus. Jadinya kita memutuskan untuk perpanjang paspor biasa aja.  Makasih banyak update-an nya dari  info-info yang ada di komunitas BI

Buat yang belum tau, bedanya e-paspor sama paspor biasa, kalo e-paspor itu di paspornya ada seperti chip gitu di bagian sampulnya, mungkin berisi data2  gitu ya. Nah memang keunggulannya kalo e-paspor itu bisa bebas visa ke Jepang.  Dengan e-paspor cukup urus visa waiver aja kalo mau berangkat ke Jepang.  *duh impian banget bisa kembali ke Jepang lagi* Tapi gapapa deh, insyaAllah yakin klo ke Jepang lagi urus visanya mudah. Selain itu harganya juga beda, klo epaspor harganya Rp.655.000,- kalo paspor biasa Rp. 355.000,-

Karena kami memutuskan ga bikin e-paspor dan mau bikin paspor biasa, maka kami coba urus di Kantor Imigrasi (kanim) Jakarta Selatan yang di Pondok Pinang.  Untuk area Jakarta selatan  setau aku ada 3 kanim yaitu  mampang, pondok pinang, lebak bulus. Karena waktu urus paspor anakku yg besar  2 tahun lalu (e-paspor) di Mampang  jadi bisa lihat perbedaan antar kanim ini

Untuk di kanim pondok pinang ini TIDAK DAPAT melayani :

  • e-paspor
  • Penambahan nama di paspor (menjadi 3 kata untuk keperluan umroh / haji)
  • Penggantian / rusak

Jadi untuk keperluan di atas harus ke kanim yang di Mampang ya  untuk area Jakarta Selatan

Untuk bikin paspor baru / perpanjangan sekalian mau tambah nama bisa dilakukan di kanim pondok pinang

Petugas di kanim pondok pinang  ini lebih sedikit dibanding di Mampang,  tapi kemaren terlayani dengan baik

 

PERLENGKAPAN UNTUK MEMBUAT PASPOR

 

Berikut di foto ini kelengkapan untuk membuat paspor

paspor syarat

paspor syarat 2

DEWASA

  • KTP
  • KK (sesuai KTP)
  • Akte kelahiran / Ijazah / Surat Nikah
  • Paspor lama (bagi penggantian)
  • Surat kewarganegaraan bagi yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui Pewarganegaraan

 

ANAK dibawah usia 17 tahun

  • KTP kedua orang tua (difotokopi dalam satu halaman kertas)
  • KK (sesuai dengan KTP orang tuah)
  • Akte Kelahiran
  • Akte perkawinan atau Buku Nikah orang tua / akta perceraian dan penetapan hak asuh anak dari instansi yang berwenang
  • Paspor lama (bagi penggantian)

 

TAMBAHAN DOKUMEN YANG DIBUTUHKAN

  • Untuk paspor anak, perlu surat kuasa yang ditandatangani oleh kedua orang tua di atas materai. Form nya disediakan di koperasi ( kanim ponpin dengan harga Rp.8.000 sudah ada materainya)

Ini contoh formnya :

paspor surat kuasa anak

  • Untuk keperluan haji / umroh, bila namanya belum 3 kata maka perlu ada penambahan nama, di mana nama belakangnya menggunakan nama bapak / kakek kita. Surat yang dibutuhkan :
  1. Surat pengantar dari travel agent yang menyatakan kebutuhan untuk pengurusan tambah nama
  2. Surat kuasa tambah nama. Sudah ada formnya bermaterai, bisa beli di koperasi ( kanim ponpin buka jam 7.30, Rp. 8.000,- / lembar sudah ada materainya )

Ini contoh  form tambah namanya

paspor surat tambah nama

  • Bila lokasi domisili tidak sesuai dengan lokasi kanim pengurusan paspor maka perlu surat keterangan domisili dari tempat tinggal setempat

 

Yak kita mulai sharing pengalaman  kemarin ya

> Jam 5.30 tiba di lokasi

kami datang jam 5.30 pagi (iya masih gelap). Rui sudah aku kondisikan sejak malam, jadi Alhamdulillah bangun jam 5 pinter, mau dimandiin dan minum susu. Sarapan sudah aku siapkan beserta cemilan, susu, air minum. Sampai di kanim ponpin, pagar masih ditutup, udah banyak yang datang nunggu di depan pagar. Ada yang inisiatif bikin list nama, dan kami dapet  urutan ke 24-25-26. Wow.. itu yang no. 1 dateng jam berapa ya hihihi…

paspor rui

> jam 6 kurang pagar dibuka

sambil suapin rui sambil nunggu pager dibuka. Pager dibuka jam 6 kurang. Diumumkan  oleh security bahwa untuk pengurusan e-paspor, paspor rusak hilang, tambah nama, ga bisa dilakukan di kanim ponpin, harus ke mampang.  Lalu security panggil satu persatu sesuai urutan yang di kertas tadi, diperiksa berkas asli nya dan ktp kita dikumpulkan sekaligus dapet nomer urutan resmi

> jam 7.30 pintu mulai dibuka dan dipanggil satu persatu

untungnya ada bangku di luar jadi lumayan suapin rui sampe selesai. Jam 7.30 baru pintu mulai dibuka tapi masuk satu persatu sesuai panggilan

yang didahulukan adalah yang sudah mendaftar secara online dibarengin sama yang tadi udah ada urutannya dari KTP yang dikumpulkan

saat masuk diperiksa berkas2 nya, kelengkapan aslinya semua dicek termasuk masa expired paspor lama

sempet deg2an karena petugasnya bilang wah ini paspor (aku dan rui) keluaran KBRI Tokyo, datanya ngga ada di sini *udah takut aja ditolak, eh akhirnya bisa masuk kok. Rupanya kalo perpanjang / bikin paspor di KBRI, datanya ngga masuk di database kantor imigrasi

dari screening awal ini petugas juga langsung arahin untuk dapet no antrian yang disteples di map beserta isian form. Untuk yang prioritas (lansia, anak2) dapat kode 1 – no antrian. Kalo yang biasa kode 2 –  no antrian. Walaupun Rui  anak, karena kedua ortunya mau bikin paspor jadi masuk ke yang biasa. Ada bayi2 lain yang mau bikin paspor masuk ke kode 1 untuk prioritas. Untuk yang sudah mengisi data online sepertinya urutannya kode 3 –  ruangan terpisah di lantai atas

Sesudah masuk dikasi map berisi form, maka kita mulai mengisi form. Form ditulis pakai tinta hitam yang jelas. *jangan lupa bawa bolpen sendiri warna hitam ya

Sesudah form lengkap ditulis, masukkan berkas2 fotokopian yang dibutuhkan. Untuk KTP tidak boleh dipotong jadi kecil, jadi difotokopi tetep ukuran A4.

Untuk urus paspor anak, fotokopi KTP orang tua jangan terpisah tapi dalam 1 lembar A4

Semua dokumen asli bisa disimpan, yang disertakan di map hanya fotokopian semua, kecuali surat asli pernyataan orang tua untuk bikin paspor anak

Nah di surat pernyataan orang tua ini, bermaterai, bisa beli di koperasi. Ada tempat tanda tangan untuk kedua orang tua. Kebetulan memang kami juga urus jadi bisa langsung tanda tangan berdua.

Waktu aku urus paspor anakku yang besar di kanim Mampang 2 th lalu, aku belum tau hal ini.  Karena dateng sendiri ga sama suami, aku telp suami lagi kerja rapat ga bisa datang.. hmm padahal udah capek-capek antri berangkat dari subuh, akhirnya suami bilang ttd di surat kuasanya ditiru aja *duh ini jangan ditiru, tapi aslinya memang pak suami udah mengizinkan bikin paspor anak*  kebayang kan uda jalan dari subuh bawa anak, naek kendaraan umum, cuman kurang ttd pak suami aja padahal berkas lain lengkap semua.  Jadi yang mau urus sendiri tanpa suami, bisa dicoba surat kuasa nya diambil dulu sebelum urus.  Jadi bisa di ttd duluan

> Jam 8.30

Petugas mengumumkan tentang tata cara pengisian, dan bila ada yang ga jelas bisa langsung bertanya. Ditekankan kembali untuk pengurusan paspor anak perlu ada surat kuasa ortu, lalu untuk pembuatan paspor baru untuk keperluan umroh / haji perlu ada surat penambahan nama (yang bisa dibeli di koperasi)

> Jam 9

Mulai dipanggil untuk masuk, ada 4 petugas yang melayani no prioritas 1 orang, sisanya no biasa

Kami dapat no antrian 2- 19, 2- 20, 2- 21.

> Jam 10

Eh pas sampai di no 15, petugas keluar  dan menginformasikan bahwa sistem sedang full sekali jadi belum bisa proses data sama sekali. Jadi akan break 1-1,5 jam ke depan karena petugas juga ga bisa ngapa-ngapain lagi. Duhh gemes ya nanggung padahal dikit lagi. Langsung pada bubar deh pada keluar, mungkin juga belum sarapan dari pagi ya..

Karena rui udah mulai bosen *udah sarapan, maen, tidur di bangku, nyemil dll..  jadi aku ajak jalan- jalan ke sekitar kanim aja. Kebetulan lokasinya deket SD ku yang dulu, sambil cari makanan. Pak suami tetep mau nunggu aja di kanim.

> Jam 11.30

Pak suami bilang udah mulai dipanggilin, jadi aku sama Rui kembali ke kanim.  Dan memang ga lama nunggu  akhirnya.. kami dipanggil masuk. Serahin form isian dan berkas-berkas diperiksa semua sama petugas. Lanjut foto dan sidik jari. Memang ditunjukkan juga sama petugas bahwa sistem lagi lama banget..  untuk foto bila anak sudah bisa duduk sendiri maka duduk sendiri. Untuk yang anak baby , anak dipangku mamanya (atau siapa aja pendampingnya), lalu ada 1 orang lagi yang pegangin kain putih di depan mamanya, jadi seolah2 keliatannya itu baby duduk sendiri. Kebetulan pas kita masuk barengan sama 2 baby unyu2 banget. Ada yang udah agak besaran sekitar 6-8 bulan, ada yang belum sampe 1 bulan. Jadi liat kehebohan foto baby hehe.. ikut bantuin megangin kain juga

Selesai sidik jari dan foto seharusnya langsung tercetak  surat dari sistem, surat untuk lanjut bayar ke bank sekaligus pengambilan paspor. Tapi karena sistem masih padat sekali, entah kenapa hanya pasporku yang suratnya keluar. Pak suami dan rui ga keluar, juga setumpuk berkas yang udah duluan proses. Duh.. jadi ternyata uda foto dan sidik jari pun belum selesai bener.. dari petugasnya juga ga bisa janjikan, karena ini emang sistemnya yang lagi load tinggi. Jadi dikasi alternatif, mau nunggu di ruangan tunggu boleh, mau keluar kanim dulu boleh nanti di wa / telpon untuk diinfo. Berapa lama ? belum bisa dijawab karena emang tergantung sistem. Huhuhuhu.. akhirnya diskusi sama suami, aku yang akan tunggu rencananya di rumah ortu yang ga jauh dari situ. Pak suami balik jemput anakku yang besar.

> jam 12.30

Karena surat pembayaran yang untuk pasporku udah keluar, maka sebelum ke  rumah ortu aku melakukan pembayaran dulu. Jadi langsung dibayar ya. Supaya bisa diproses. Sekarang bank nya ga hanya BNI aja tapi udah bisa di banyak bank. Petugas menyarankan bayar di teller. Kalopun misalnya teller sudah tutup, maka disarankan via atm. TIDAK DISARANKAN VIA INTERNET BANKING

Ini list bank penerima pembayaran

paspor list bank

paspor cara bayar di atm

 

Aku bayar di teller bank mandiri seberang kanim, di pondok pinang centre. Abis aku bayar eh ada telpon masuk dari petugas kanim ponpin kasi info bahwa surat bayar untuk pak suami dan rui sudah bisa tercetak.. alhamdulillah.. makasi banyak bu petugas yang sangat membantu. Tadinya uda bayangin bakal nunggu lama lagi..

Ya udah sekalian semua akhirnya dibayar, dan struk disimpan untuk pengambilan

Selesai  total jam 13 untuk pembuatan paspor alhamdulillah…

Pengambilan dilakukan 3 hari kerja sesudah pengurusan, dan dilakukan di atas jam 13. Maksimal diambil 1 bulan setelah pengurusan

 

PENGAMBILAN PASPOR

Saat pengambilan paspor, bawa bukti bayar dan surat dari kanim. Apabila masih 1 kk (kartu keluarga) tidak perlu surat kuasa, apabila bukan maka perlu surat kuasa

Kami sampai di kanim jam 14, dapet no urut 110-111-112

Proses pengambilan di lantai 2. Dipanggil sesuai no urut.  Setengah jam no kami dipanggil. Lalu periksa sudah sesuai belum yang di paspor, dan tanda tangan di bagian belakang paspor.  Untuk anak, di halaman belakang tidak perlu tanda tangan, tapi dicap stempel oleh petugas

Untuk yang bikin baru sekaligus tambah nama (untuk keperluan umroh / haji) maka JANGAN LUPA CEK DI HALAMAN 4 apakah sudah diprint penambahan nama nya. Karena nama di bagian depan paspor tetap sesuai nama di ktp. Penambahan nama diprint di halaman 4.

Punya pak suami dan Rui sudah beres, eh pas aku cek, halaman 4 ku masih kosong. Jadi sama petugas diproses lagi.. daaaan.. nunggu sampai 1 jam ga dipanggil juga hehe.. pas aku tanyakan baru dicek lagi *sepertinya keselip. Akhirnya dipanggil juga setelah 1.5 jam. Daaan pas dipanggil lagi aku cek halaman 4 masih kosong juga *towewww… ngapain aja itu paspor hahahaha.  Petugasnya sampai minta maaf dan aku menunggu lagi. Ternyata 5 menit kemudian dipanggil lagi. Jadiiii tambah nama print gitu ga sampe 5 menit saudara saudara hahaha… jadi tadi nunggu 1.5 jam lagi melatih kesabaran aja

Akhirnya sesudah 2 jam selesai juga semua urusan, paspor baru di tangan..Alhamdulillah

 

Jadi merasa bersyukur banget dulu waktu urus paspor pertama saat Rui lahiran, harus segera bikin paspor karena lahiran di Tokyo. Aku ga perlu bawa Rui yang masih merah dan di musim dingin itu keluar dingin2 ke KBRI. Alhamdulillah dibantu banget sama petugas KBRI yang ramah dan helpful, pak Darus.  Karena harus ada foto Rui dengan background merah, sementara bingung dong itu bayi gimana fotonya, mau dipangku juga masih ringkih banget karena baru beberapa hari brojol  hihi.. akhirnya aku akalin aja, aku foto Rui tiduran, di bagian kepalanya  pakai alas cover laptop ku yang kebetulan warna merah hahahaha… tara.. jadi deh pasfoto Rui baby dengan background merah. Lalu foto dan berkas diurus suami dibantu pengurusannya oleh pak Darus di KBRI Tokyo.

Panjang ya ceritanya, semoga bermanfaat

 

TIPS MEMBUAT PASPOR UNTUK ANAK :

  1. Bila usia anak sudah paham untuk dijelaskan maka jelaskan apa yang akan kita lakukan dan beri pengertian bahwa membuat paspor membutuhkan proses lama jadi harus bisa bersabar
  2. Bawa aneka makanan ! pengalaman kemaren karena jam 5.30 sudah berada di kanim, jadi aku bawa bekal sarapan buat anak, buat aku, beserta minuman dan cemilan. Dan karena butuh waktu lama jadi cemilan, susu beli lagi di koperasi *yang harganya lebih mahal daripada di toko ritel biasa* , juga kita lanjut makan siang di sekitar kanim
  3. Bawa mainan anak. Kemaren Rui bawa mobil2an nya sampai beberapa buah. Jadi lumayan bisa killing time. Bawa buku cerita juga bisa
  4. Bila umur anak masih bayi, aku sarankan bisa nyusul aja sekiranya nanti udah saatnya mau dipanggil baru datang *bila memang memungkinkan. Jadi biar bayi nya lebih nyaman ga ikut nunggu lama dari subuh
  5. Bila memang memungkinkan, akan lebih enak bila sudah mengisi data secara online di web imigrasi, jadi menghemat waktu. Tinggal bayar di bank, lalu tentukan jadwal kedatangan ke kanim, di kanim tidak perlu mengisi form lagi secara manual. Karena percayalah isi form ini butuh ketelitian dan pelan-pelan, kebayang ya sambil urusin anak
  6. Siapkan semua persyaratan dengan lengkap agar tidak perlu bolak balik fotokopi
  7. Bawa sendiri bolpen warna hitam

Web lengkap imigrasi : http://www.imigrasi.go.id/

artikel lainnya Pengalaman & Tips Membuat Paspor Anak

Tuesday 14 March 2017 | Kuliner, Travelling

Sharing kuliner waktu di Johor Bahru Kemaren liat postingan di FB grup Backpaker Internasional dari mas…

Saturday 18 March 2017 | Parenting, Travelling

Legoland Malaysia Impian yang bisa kami wujudkan Alhamdulillah Kenapa pengen banget ? karena anak2 emang suka…

Tuesday 14 March 2017 | Travelling

Berpergian bersama keluarga dan bawa anak yang sudah terbiasa harus sarapan dulu. Dan ambil tempat nginep…

Sunday 12 March 2017 | Parenting, Travelling

Perjalanan ini berawal dari IMPIAN Kebayang ngga kalo punya impian trus bisa diwujudkan ?  Alhamdulillah itulah…

www.bisnisbunda.online
(+62) 08997759591
rizqa.amalia@yahoo.com